Thursday, 3 August 2017

Kelopak Tajam

Jika Umrul Qois mampu berkata:

أمر على الديار ديار ليلى ... أقبّل ذا الجدار وذا الجدار
وما حب الديار شغفن قلبي ... ولكن حب من سكن الديار

Adapula kami ini tidaklah setahap Qois dalam mencintai kekasihnya, Laila sampai digelar Qois si gila lantaran begitu asyik mencium dinding-dinding bangunan yang didiami Laila.

Malah untuk melewar di dinding rumah kecil ingatan kita, pun sampai naik silu hati kami, risau sekaligus takut dilukakan lagi kelopak tajam sesalan yang makin meliar tumbuhnya dari hari ke hari.

Tapi sengaja aku beranikan diri menulis surat pendek ini sebagai batu tanda bahwa belum aku lupa hari besarmu.

Doaku hidupmu baik-baik saja, orang jauh.






WK,
Mu'tah, 3 Ogos 2017.

1 comment: